Minggu, 29 April 2012

Mirror Mirror (2012)


Director: Tarsem Singh
Cast: Julia Roberts, Lilly Collins, Armie Hammer
Rate: 3/5

Saya belum satupun menonton buah karya Tarsem Singh. Tapi dari yang sudah-sudah, kebanyakan reviewer memuji sinematografi filmnya sendiri ketimbang hasil keseluruhan karyanya. Maka tak heran pula saat saya akan menonton Mirror Mirror, satu hal yang akan saya buktikan adalah visualisasi yang telah mendarah daging di dirinya. Dan setelah lagu India yang mengalun di ending credit film Mirror Mirror, saya mengakui kehebatan Singh dalam memola gambar layar agar enak untuk dinikmati. Lukisan-lukisan bergerak sepanjang film seakan menutupi kekurangan cerita film ini yang sedikit menggelikan jika tak mau dibilang konyol.

Siapa yang tidak mengenal Snow White aka. Putri Salju? Dongeng yang telah melanglang buana ddan seringkali dibuatkan proyek filmnya. Tahun ini saja ada dua film yang mengambil tema tentang gadis cantik baik hati ini. Menunggu versi Kristen Stewart dan Charlize Theron, adalah Mirror Mirror yang mencuri start dengan bantuan Lily Collins dan Julia Roberts sebagai putri salju dan ratu jahat. Anehnya, film maker melakukan pendekatan yang sangat komedik sehingga sedikit melunturkan kesan klasik akan cerita Snow White sendiri. Tidak seratus persen jelek, tapi terasa aneh dengan segala macam pembaharuan yang terpampang sepanjang durasi kurang dari 2 jam ini.

Untungnya kejelian Tarsem Singh dalam mengandalkan bakat visualisasinya. Dari opening saja sudah terlihat animasi serta penggunaan CGI sesuai porsi ddan terlihat menakjubkan. Pemakainan warna-warni untuk kostum serta tata kamera yang berjalan mulus dan dinamis menjadi poin positif untuk Mirror Mirror. Urusan make-up pun film ini terbilang jempolan. Bisa terlihat dari paras cantik dan buruknya si ratu jahat serta pancaran aura berkat riasan tak berlebihan di muka Lily Collins. Hanya saja, menilai film tidak cukup di sisi teknis. Banyak hal lain yang lebih penting untuk menjadi tolak ukur penilaian seseorang akan sebuah film. Kita pinggirkan cerita yang dari awal sudah terkesan 'maksa', eksekusi film ini juga terbilang dangkal. Untung saja tidak dibuat terlalu bertele-tele, kalau tidak dukungan humorisasi tadi bisa saja tak akan terlalu membantu.

Porsi Julia Roberts di sini saya rasa melebihi kapasitas dari Lily Collins sendiri. Benar saja, di tangan Roberts peran ratu sinting yang terobsesi akan kecantikan dan harta duniawi menjadi terlihat lebih culas. Darah komedipun berhasil mengalirkan gerak akting yang menghibur. Berbanding terbalik dengan Lily Collins yang saya nilai cukup merusak nilai kecantikan seorang putri salju. Saya rasa masih banyak aktris muda lainnya yang jauh lebih cantik ketimbang Collins. Para pemeran pembantu di film ini hebatnya mampu memberi semangat kelucuan mulai dari tingkah mereka serta petikan-petikan dialog yang menyenggol urat geli kita.

Mirror Mirror akhirnya harus cukup puas dicap sebagai film hiburan saja. Tidak jelek, tapi selain visualnya yang sangat anggun dan menyejukkan mata, sektor lain sungguh sulit untuk dimasukkan ke taraf istimewa. Setidaknya kita melihat come back-nya Julia Roberts dan melihat modernisasi Putri Salju yang dulu tertolong oleh seorang pangeran, bukan sebaliknya. Dan sambil menunggu Charlize Theron meneror Kristen Stewart Mei nanti. Happy watching!

by: Aditya Saputra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar