Sabtu, 29 Juni 2013

Monsters University (2013)


Director: Dan Scanlon
Voice-over: Billy Crystal, John Goodman, Steve Buscemi, Helen Mirren
Rate: 4,5/5


Kenapa banyak yang menyayangkan Pixar keluar dari zona amannya? Mengapa banyak yang tidak menyukai proyek lanjutan dari film-film sukses Pixar terdahulu? Mengapa Toy Story tidak dipermasalahkan? Sebagai produk tunggal, karya-karya Pixar memang memberikan sesuatu yang renyah dan baru. Bahkan hampir dari seluruh film keluaran Pixar Animation mendapatkan banyak gelar animasi terbaik dari berbagai ajang film. Minimal sebagai nominator. Di mata para fans, franchise Cars semacam tumbal karena keluar dari tujuan utama Pixar yang selalu menyajikan sebuah film yang manis dan mendidik. Padahal, untuk sebuah animasi Cars adalah sesuatu yang baru dan cerdas. Memang tidak sekuat apa yang diberikan Ratatouille atau Wall-E misalnya, tapi dengan ide seperti itu saja Cars sudah mempunyai daya pikat tersendiri. Sekarang Monsters, Inc. yang pada masanya dicap sebagai salah satu pelopor animasi terkini, diberikan prekuel. Secara komersil, Pixar masih menyetir apa yang diinginkan penonton. Monsters University ramai diperbincangkan, baik dengan penilaian yang positif maupun negatif.

Dikarenakan standard yang tinggi inilah mengapa Pixar selalu diklaim yang terdepan, jadi jika ada satu film yang menurut penonton lemah berarti taji Pixar sudah tumpul. Sebagai prekuel, Monsters University memberikan banyak info yang sebelumnya pernah kita temui di Monsters, Inc.. Semua yang tersaji di film tersebut perlahan dijelaskan secara detil di Monsters University. Bicara soal detail, Monsters University mempunyai detil yang diharapkan. Walapun harus saya akui jika cerita yang diangkat memang jauh dari harapan. Premis yang lemah ini mungkin menjadi penyebab mengapa Monsters University dinilai terlampau biasa saja. Tapi, di luar itu film ini memberikan lebih apa yang diinginkan untuk sebuah prekuel. Dari yang sudah-sudah, tema yang diangkat Pixar memang murni untuk menyadarkan apa itu arti persahabatan. Semua filmnya. Di samping itu, Pixar juga tidak enggan menyelipkan isu lain. Bantahan inilah yang membuat saya masih kagum atas kinerja para kru di belakang film ini. Semangat untuk memanjakan penonton bukan hanya lewat tampilan visual berhasil dimanfaatkan dengan baik.

Mematok harga tinggi untuk sebuah film memang sudah melekat di tiap penonton. Ekspektasi inilah yang kadang menjatuhkan atau malah menaikkan penilaian. Monsters University ibarat sebuah umpan sekaligus permulaan baru bagi Pixar untuk membuktikan jika Cars 2 dan Brave kemarin hanyalah produk selingan yang menguntungkan. Film ini memiliki segudang harapan yang berhasil direpresentasikan oleh sang kreator. Humor yang santai, karakteristik yang beraneka ragam bentuk beserta keunikan masing-masing, dan yang terpenting adalah bagaimana sang sutradara dalam menggiring kita untuk iba sekaligus puas dengan para tokohnya.

Layaknya film prekuel, Monsters University menjabarkan dengan sangat lengkap. Bagaimana menjadi monster yang menakutkan bagi anak kecil, dan ini mereka enyam di pendidikan formal tau ubahnya manusia yang bersekolah untuk mencapai tujuan hidupnya. Memperkenalkan kepada penonton pintu yang menjadi lorong antara dunia monster dan manusia serta tabung pendeteksi rasa ketakutan. Dan sekalipun sutradara film ini bukanlah tetua Pixar, namun tetap saja nyawa Pixar melekat kuat di film ini. Betul saja, 2 nama besar Pixar memegang penuh skrip untuk film ini. Kerja keras Pete Doctor dan Andrew Stanton berhasil mencairkan kekikukan tadi menjadi cerita yang luwes dan teknik animasi yang brilian. Dan beruntunglah Pixar memiliki aktor yang bisa menghidupkan tokoh mereka di tiap film yang mereka buat. Billy Crystal dan John Goodman ibarat Tom Hanks dan Tim Allen yang merupakan nyawa untuk kolaborasi kocak ini. Ditambah bantuan Helen Mirren yang berhasil membawa sang dosen ke ranah yang lebih menusuk dan dalam.

Saya belum menemukan kelemahan film ini, semakin saya mencari saya malah semakin suka. Jika penonton sedikit terbuka dan tidak dibayangi jika ini adalah keluaran Pixar, niscaya kepuasan menonton akan lebih dari yang mereka nilai. Untuk film yang dirilis di musim panas, ternyata Monsters University masih bisa bertengger di posisi puncak. Jelas saja, anak-anak akan menyukai film ini, dan orang dewasa akan diajak untuk mengingat sepak terjang Mike dan Sully di film sebelumnya. Happy watching!

by: Aditya Saputra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar